Kriteria Cendet yang Bagus

 
Apa yang membuat seekor cendet sering juara, sementara yang lain jarang atau bahkan tak pernah mencicipi menjadi juara? Cendet juara tentu saja memiliki sejumlah syarat yang secara umum di atas rata-rata yang lain. Syaratnya, cendet tersebut gampang nampil dalam berbagai kondisi. Dalam kondisi panas, berangin, dan kadang juga hujan, cendet tetap tampil. Apakah musuh sedikit atau banyak, apakah posisi di tengah-tengah gantangan atau di pinggir tak mempengaruhi kinerjanya.
Si cendet juga selalu mau tampil maksimal atau dengan sepenuh hati, tidak pernah nanggung, kecuali dalam keadaan sakit atau tidak dalam kondisi fit yang jelas terlihat. Atau dalam situasi mabung yang belum pulih secara utuh. Tentu saja wajar jika burung kurang nampil.

"Lagu yang dimainkan relatif banyak, lengkap, dan bisa dinyanyikan dengan utuh. Variasi lagu yang dimiliki sungguh-sungguh bisa menjadi senjata pamungkas, menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki oleh yang lain." Nah itu dia....

Trend lagu versus selera

Membedakan cendet yang bagus dengan yang kurang bagus sesungguhnya tidak terlalu sulit. "Cara membedakannya tidak berbeda antara dulu dan sekarang. Trend bisa dikatakan tidak berubah secara extrim, hanya bergeser secara perlahan saja," kata Naryo, pemoles cendet berpengalaman, antara lain menangani cendet Mr John, Mr Ong, Mr Smith, dan kini dipercaya oleh Yudi CPM menangani Liar.

Kriteria supaya cendet tetap tidak ketinggalan zaman antara lain memiliki irama lagu yang bagus, volume di atas rata-rata, speed rapat, juga dibarengi dengan power yang mumpuni. "Kalau kriteria dasar seperti di atas sudah punya, bisa dibilang tinggal bagaimana kita memolesnya agar mau nampil maksimal di segala kondisi dan cuaca."

Meski demikian, di lomba pun biasanya tergantung selera para juri dalam menilai cendet yang bagus. Misalnya ada yang memilih burung dengan kerjanya tanjap ngerol disertai tembakan. Ada juga yang senang nggerojok terus. Tapi yang jelas, cendet memang harus memiliki lagu yang kasar-kasar. Oleh karena itu pula kebanyakan dalam memilihkan master pun menggunakan burung yang bunyinya kasar-kasar. Ini dimiliki terutama burung yang kecil-kecil seperti burung gereja tarung, kolibri, belalang, dan lainnya.

Paruh membuka lebar
Burung yang memiliki power besar, antara lain tampak dari cara si burung mengeluarkan suara. Bila si burung membuka paruh atau mulutnya lebar, pertanda si burung kalau tampil benar-benar ngotot, sehingga volume yang keluar pun dahsyat dan tembus dibandingkan dengan yang lain. Sebab, irama lagu isian yang dikeluarkan menjadi jelas, kristal, dan cukup menonjol.

Burung semacam ini misalnya Bombastik milik Heru Mulya dari Juana, Pati. Keunggulan Bombastik misalnya, bisa dilihat dari deretan prestasinya. Menurut Heru, sudah Iebih dari 50 kali Bombastik meraih juara, termasuk di FKBI Solo (20/3).

Dengan senjata lagu isian lovebird, walet, yang dinyanyikan dengan speed yang rapat, serta dengan variasi roll dan tembak dengan tetap tenang di atas pangkringan, membuat Bombastik tampak mempesona.

Hal yang sama juga terjadi pada cendet Dracula milik H. Astono Jogja. Di Jogja dan sekitarnya, Dracula saat ini bisa dikatakan menjadi jagoan terbaik dan paling ditakuti.

Menurut H. Astono, sebelum ketemu stelannya, Dracula burung yang relatif nakal. ”Saya lihat ini burung sesungguhnya bagus, tetapi over fighter sehingga jadi nakal. Maka dulu Dracula sering-sering saya lombakan, pokoknya mau ada latber atau lomba selalu saya tarungkan. Bahkan juga sempat saya masuki burung emprit biar mau tarung secara fisik, sehingga bisa mengurangi nafsu fighternya," kata H. Astono.

Kini, Dracula memang sudah mapan, sehingga lawan pun harus berhitung setiap kali bertempur. Bisa dikatakan, asal si burung nampil maksimal, juara pun akan diraih. Ya, Dracula, mewakili tipe cendet yang memiliki warna lagu yang sedang ngetrend-ngetrendnya saat ini

0 komentar:

Poskan Komentar

 
berita unik